rangkuman ekonomi koperasi bab3

BAB 3
ORGANISASI DAN MANAJEMEN

 Bentuk Organisasi
 Menurut Hanel
 Suatu sistem sosial ekonomi atau sosial tehnik yang terbuka dan berorientasi pada tujuan Sub sistem koperasi:
 individu (pemilik dan konsumen akhir
 Pengusaha Perorangan/kelompok ( pemasok / supplier)
 Badan Usaha yang melayani anggota dan masyarakat
 Menurut Ropke
 Identifikasi Ciri Khusus
 Kumpulan sejumlah individu dengan tujuan yang sama (kelompok koperasi)
  Kelompok usaha untuk perbaikan kondisi sosial ekonomi (swadaya kelompok koperasi)
 Pemanfaatan koperasi secara bersama oleh anggota (perusahaan koperasi)
 Koperasi bertugas untuk menunjang kebutuhan para anggotanya (penyediaan barang dan jasa) Sub sistem Anggota Koperasi.
 Badan Usaha Koperasi
 Organisasi Koperasi
 Di Indonesia
 Bentuk : Rapat Anggota, Pengurus, Pengelola dan Pengawas
Rapat Anggota,
 Wadah anggota untuk mengambil keputusan
 Pemegang Kekuasaan Tertinggi, dengan tugas :
 Penetapan Anggaran Dasar
 Kebijaksanaan Umum (manajemen, organisasi & usaha koperasi)
 Pemilihan, pengangkatan & pemberhentian pengurus
 Rencana Kerja, Rencana Budget dan Pendapatan serta pengesahan Laporan Keuangan
 Pengesahan pertanggung jawaban
 Pembagian SHU
 Penggabungan, pendirian dan peleburan

 Hirarki Tanggung Jawa

 Pengurus
 Tugas
 Mengelola koperasi dan usahanya
 Mengajukan rancangan Rencana kerja, budget dan belanja koperasi
 Menyelenggaran Rapat Anggota
 Mengajukan laporan keuangan & pertanggung jawaban
 Maintenance daftar anggota dan pengurus
 Wewenang
 Mewakili koperasi di dalam & luar pengadilan
 Meningkatkan peran koperasi

 Pengawas
 Perangkat organisasi yang dipilih dari anggota dan diberi mandat untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya organisasi & usaha koperasi
 UU 25 Th. 1992 pasal 39 :
 Bertugas untuk melakukan pengawasan kebijakan dan pengelolaan koperasi.
 Berwenang untuk meneliti catatan yang ada & mendapatkan segala keterangan yang diperlukan

 Pengelola
 Karyawan / Pegawai yang diberikan kuasa & wewenang oleh pengurus
 Untuk mengembangkan usaha dengan efisien & profesional
 Hubungannya dengan pengurus bersifat kontrak kerja
 Diangkat & diberhentikan oleh pengurus

rangkuman ekonomi koperasi bab2

BAB 2
PENGERTIAN DAN PRINSIP-PRINSIP KOPERASI

1. Pengertian Koperasi
Koperasi adalah jenis badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum. Koperasi melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi menurut UUD 1945 pasal 33 ayat 1 merupakan usaha kekeluargaan dengan tujuan mensejahterakan anggotanya.
Pengertian koperasi dapat dilakukan dari pendekatan asal yaitu kata koperasi berasal dari bahasa latin “coopere” yang dalam bahasa inggris disebut cooperation. Co berarti bersama dan operation berarti bekerja, jadi berarti bekerja bersama-sama.
Definisi ILO (International Labour Organization)
Dalam definisi ILO terdapat 6 elemen :
1. Perkumpulan orang-orang ( association of persos).
2. Penggabungan berdasarkan kesukarelaan (voluntarily joined together).
3. Pencapaian tujuan ekonomi (to achieve a common economic end).
4. Koperasi adalah organisasi bisni yang dikontrol secara demokratis (formation of a
democratically controlled business organization).
5. Kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan (making equitable
contribution to the capital required).
6. Menerima resiko dan manfaaat yang seimbang (accepting a fare shale of the risk
and benefits of the undertake).
Definisi Chaciago
Koperasi sebagai suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mencapai kesejahteraan anggotanya.
Definisi Dooren
Dooren menyatakan tidak ada satu pun definisi koperasi yang diterima dan sekaligus menambahkan definisi yaitu koperasi bias juga kumpulan badan-badan hukum.
Definisi Hatta
Moh. Hatta mengatakan “Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong menolong. Semangat tolong-menolong tersebut didorong oleh keinginan member jasa kepada kawan berdasarkan ‘semua buat seorang seorang buat semua’.”
Definisi Munker
Koperasi adalah organisasi yang menjalankan “urusniaga” secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong-menolong.
Definisi UU No. 25/1992
Koperasi adalah badan usaha yang berangotakan orang seorang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat, yang berdasar atas asas kekeluargaan.

2. Tujuan Koperasi

Dalam UU No.25/1992 tentang Perkoperasian pasal 3 disebutkan bahwa, koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggotanya pada khususnya dan pada masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Fungsi koperasi berdasarkan UU No.25/1992 :
1. Membangun dan mengmbangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggotanya pada
khususnya dan pada msyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan
ekonomi dan sosialnya.
2. Berperan aktif dalam upaya mempertinggi kualitas dalam upaya mempertinggi kualitas
kehidupan manusia dan masyarakat.
3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan
perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
4. Bersusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasinaol yang
merupakan usaha bersama yang berdasar asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
3. Prinsip-Prinsip Koperasi.
1. Prinsip Munker
prinsip-prinsip koperasi adalah prinsip-prinsip ilmu pengetahuan sosial yang
dirumuskan dari pengalaman dan merupakan petunjuk utama dalam mengerjakan
sesuatu.

2. Prinsip Rochdale

a. Pengawasan secara demokratis
b. Keanggotaan yang terbuka
c. Bunga atas modal dibatasi
d. Pembagian SHU kepada anggota sebanding dengan jasa masing-masing
anggota.
e. Penjualan sepenuhnya dengan tunai.
f. Barang-barang yang dijual harus asli dan tidak dipalsukan
g. Menyelenggarakan pendidikan kepada anggota dengan prinsip-prinsip
koperasi
h. Netral dengan politik dan agama.

3. Prinsip Raiffeisen
1. Swadaya
2. Daerah kerja terbatas
3. SHU untuk cadangan
4. Tanggung jawab anggota tidak terbatas
5. Pengurus bekerja atas dasar kesukarelaan
6. Usaha hanya kepada anggota
7. Keanggotanya atas dasar watak, bukan uang.
4. Prinsip Schuzle
Inti prinsip Schuzle adalah : swadaya, daerah kerja tak terbatas, SHU untuk cadangan dan untuk dibagikan kepada anggota, tanggung jawab anggota terbatas, pengurus bekerja dengan mendapatkan imbalan, usaha tidak terbatas tidak hanya untuk anggota saja.
5. Prinsip ICA (International Cooperative Alliance)
Sidang ICA di Wina tahun 1996 menghasilkan prinsip-prinsip koperasi :
1. Keanggotaan koperasi secara terbuka tanpa adanya pembatasan yang
dibuat-buat.
2. Kepemimpinan yang demokrasi atas dasar satu orang satu suara.
3. Modal menerima bunga yang terbatas, itupun bila ada.
4. SHU adalah untuk cadangan, masyarakat, dan sebagain dikembalikan
kepada anggota sesuai dengan jasa masing-masing.
5. Semua koperasi harus menjalankan pendidikan secara terus-menerus.
6. Gerakan koperasi harus melaksanakan kerja sama yang erat, baik di
tingkat regional, nasional, mapun internasional.
6. Prinsip-prinsip Koperasi Indonesia sesuai UU No.25/1992
Prinsip-prinsip koperasi Indonesia menurut UU No.25 tahun 1992 yang berlaku di Indonesia saat ini adalah sebagai berikut :
1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
2. Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
3. Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan besarnya jasa usaha masing-
masing anggota.
4. Pemberian batas jasa yang terbatas terhadap modal
5. Kemandirian
6. Pendidikan perkoperasian
7. Kerja sama antar koperasi

rangkuman ekonomi koperasi bab 1

BAB 1
PENDAHULUAN

1. Konsep Koperasi
Konsep Koperasi antara lain terdiri dari :

1. KONSEP KOPERASI BARAT

Koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.
2. KONSEP KOPERASI SOSIALIS
Koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.
Menurut konsep ini, koperasi tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari sistem sosialisme untuk mencapai tujuan-tujuan sistem sosialis-komunis.

3. KONSEP KOPERASI NEGARA BERKEMBANG

Koperasi sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya.
Perbedaan dengan Konsep Sosialis, pada konsep Sosialis, tujuan koperasi untuk merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan probadi ke pemilikan kolektif sedangkan konsep koperasi negara berkembang, tujuan koperasi adalah meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya.
2. Latar Belakang Timbulnya Aliran Koperasi
 Keterikatan Ideologi, Sistem Perekonomian dan Aliran Koperasi…
Tabel 1 : Hubungan Ideologi, Sistem Perekonomian, dan Aliran Koperasi
IDEOLOGI SISTEM PEREKONOMIAN ALIRAN KOPERASI
Liberalisme / Kapitalisme System ekonomi bebas liberal Yardstik
Komunisme / Sosialisme Sistem Ekonomi Sosialis Sosialis
Tidak termasuk Liberalisme dan Sosialis Sistem ekonomi campuran Persemakmuran (Commonwealth)

 Aliran Koperasi
ALIRAN YARDSTICK
 Dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang Menganut perekonomian Liberal.
 Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan dan mengoreksi.
 Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di tengah-tengah masyarakat. Maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota koperasi sendiri.
 Pengaruh aliran ini sangat kuat, terutama dinegara-negara barat dimana industry berkembang dengan pesat. Spt di AS, Perancis, Swedia, Denmark, Jerman,Belanda dll.
ALIRAN SOSIALIS
 Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi.
 Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia
ALIRAN KEMAKMURAN (Commonwealth)
 Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.
 Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang Peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat.
 Hubungan Pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “Kemitraan (partnership)”, dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik.
a. Cooperative Commonwealth School
Aliran ini merupakan cerminan sikap yang menginginkan dan memperjuangkan agar prinsip-prinsip koperasi diberlakukan pada bagian luas kegiatan manusia dan lembaga, sehingga koperasi memberi pengaruh dan kekuatan yang dominan di tengah masyarakat.

b. School of Modified Capitalism (Schooll Yardstick)
Suatu paham yang menganggap koperasi sebagai suatu bentuk kapitalisme, namun memiliki suatu perangkat peraturan yang menuju pada pengurangan dampak negatif dari kapitalis

c. The Socialist School
Suatu paham yang menganggap koperasi sebagai bagian dari sistem sosialis

d. Cooperative Sector School
Paham yang menganggap filsafat koperasi sebagai sesuatu yang berbeda dari kapitalisme maupun sosialisme, dan karenanya berada di antara kapitalis dan sosialis.
3. Sejarah Perkembangan Koperasi
> Sejarah lahirnya koperasi
Pada tahun 1844 di Rochdale Inggris, lahirnya koperasi modern yang berkembang dewasa ini. Th 1852 jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit. Kemudian pada tahun 1862 dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian atau “The Cooperative Whole Sale Society (CWS)”. Lalu pada tahun 1818 hingga 1888 koperasi berkembang di Jerman dipelopori oleh Ferdinan Lasalle, Fredrich W. Raiffesen. Selanjutnya pada tahun 1808 sampai 1883 koperasi berkembang di Denmark dipelopori oleh Herman Schulze. Dan pada tahun 1896 di London terbentuklah ICA (International Cooperative Alliance) maka koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional
> Sejarah perkembangan koperasi Indonesia
Pada tahun 1895 di Leuwiliang didirikan pertamakali koperasi di Indonesia (Sukoco, “Seratus Tahun Koperasi di Indonesia”). Raden Ngabei Ariawiriaatmadja, Patih Purwokerto dkk mendirikan Bank Simpan Pinjam untuk menolong teman sejawatnya para pegawai negeri pribumi melepaskan diri dari cengkeraman pelepas uang.
Bank Simpan Pinjam tersebut, semacam Bank Tabungan jika dipakai istilah UU No. 14 tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perbankan, diberi nama “De Poerwokertosche Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Hoofden” = Bank Simpan Pinjam para ‘priyayi’ Purwokerto. Atau dalam bahasa Inggris “the Purwokerto Mutual Loan and Saving Bank for Native Civil Servants”
Kemudian pada tahun 1920 diadakan Cooperative Commissie yang diketuai oleh Dr. JH. Boeke sebagai Adviseur voor Volks-credietwezen. Komisi ini diberi tugas untuk menyelidiki apakah koperasi bermanfaat di Indonesia.
Pada tahun 12 Juli 1947, diselenggarakan kongres gerakan koperasi se Jawa yang pertama di Tasikmalaya. Kemudian pada tahun 1960 Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 140 tentang Penyaluran Bahan Pokok dan menugaskan koperasi sebagai pelaksananya. Dan pada tahun 1961, diselenggarakan Musyawarah Nasional Koperasi I (Munaskop I) di Surabaya untuk melaksanakan prinsip Demokrasi Terpimpin dan Ekonomi Terpimpin.selanjutnya pada tahun 1965, Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 14 th 1965, dimana prinsip NASAKOM (Nasionalis, Sosialis dan Komunis) diterapkan di Koperasi. Tahun ini juga dilaksanakan Munaskop II di Jakarta. Kemudian pada tahun 1967 Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No.12 tahun 1967 tentang Pokok Pokok Perkoperasian disempurnakan dan diganti dengan UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian Peraturan Pemerintah No.9 tahun 1995 tentang kegiatan Usaha Simpan Pinjam dan Koperasi.

CONTOH LAPORAN KEUANGAN KOPERASI

LAPORAN KEUANGAN KOPERASI SERBAUSAHA SUBUR TAHUN 2009 DI SUMATERA UTARA
LAPORAN KEUANGAN KOPERASI SERBAUSAHA SUBUR TAHUN 2009 DI SUMATERA UTARA

Koperasi Serba Usaha SUBUR Propinsi Sumatera Utara (KSU SUBUR SU) adalah Badan Hukum Koperasi No.518.503/91/BH/II/KUK tanggal 8 Oktober 2007 yang berazaskan Pancasila dan berpedoman pada Undang-undang Dasar 1945 dalam menjalankan kegiatan usahanya guna menciptakan keadilan sosial bagi anggota, kelompok tani dan mitra usaha yang diwadahinya.
Koperasi Serba Usaha Subur Propinsi Sumatera Utara (KSU SUBUR SU) mengadakan usaha Unit Simpan Pinjam (USP) kepada para anggota koperasi yaitu berupa :
A. Simpanan
1. Sistem Bagi Hasil
2. Sistem Bunga Harian
3. Simpanan Sukarela Berjangka
4. Simpanan Sukarela Berjangka Khusus
B. Pinjam
1. Saham
2. Dua kali saham
3. Potongan Gaji
4. Semi Hipotik
5. Usaha pribadi Anggota
6. Pinjaman Spontan
7. Pinjaman Sistem Paket ( Pokok + Bunga Diangsur Sekaligus)
C. Penyertaan Modal
1. Tanah
2. Bangunan
3. Dan aset tidak bergerak lainnya

Pengurus Koperasi
Keputusan Pengurus Koperasi Serba Usaha Subur Provinsi Sumatra Utara
Nomor : 001/KSU-SU/Kpts/2007 Tanggal : 31 Desember 2007
Susunan Pengurus Harian :
Ketua Umum : Drs. JANSEN BUTAR-BUTAR, MSi
Ketua I : JARALIS BUTAR-BUTAR
Ketua II : Ir. Drs. ABDUL HAKIM BUTAR-BUTAR, MT
Ketua III : AMAN BUTAR-BUTAR
Sekretaris I : ENNY SIMAMORA
Sekretaris II : PINTA DUMASARI SIMATUPANG, STP
Bendahara : MARGAREAT OKTA MELATI PASARIBU, SE
Pengawas :
Ketua : Ir.CHIRISTOF RISMAN SINAGA
Sekretaris : Drs. SEKKEN BUTAR-BUTAR
Anggota : Drs. CHARLES BUTAR-BUTAR
Penasehat :
1. Ir. HASUDUNGAN BUTAR-BUTAR, MSi
2. Drs. KASMAN BUTAR-BUTAR
3. Drs. O. SIAHAAN
4. HAPOSAN BUTAR-BUTAR
5. A. RUMAPEA
6. Ir. HULMAN BUTAR-BUTAR
7. OSKAR BUTAR-BUTAR
8. PERIS BUTAR-BUTAR
9. POSMA BUTAR-BUTAR
10. E. LUMBAN TOBING
11. Ir. ABDUL LEMAN BUTAR-BUTAR

Koperasi Serba Usaha Subur Propinsi Sumatera Utara didirikan dengan keinginan anggota yang mepunyai modal penyertaan berupa tanah, rumah, dan aset tidak bergerak lainnya oleh para anggota pendiri yang berprofesi sebagai wirausahawan menengah ke bawah, dan sebagian ada yang masih aktif sebagai PNS/Polri/TNI, Pensiunan dan karyawan BUMN/BUMS.
Sampai saat ini KSU SUBUR SU telah mempunyai total modal penyertaan sejumlah Rp 25.000.000.000,- (Dua puluh lima milyar rupiah) dalam bentuk tanah, bangunan dan aset tidak bergerak lainnya.

Dengan kesepakatan bersama, di sepakati agar semua kegiatan anggota yang selama ini berdiri sendiri-sendiri perlu diwadahi di dalam koperasi, dengan maksud untuk menfasilitasi anggota dan mitra usaha dalam mendapatkan pinjaman dari perbankan, Pemerintah dan pihak ketiga seperti Investor.
Dalam perkembangan selanjutnya sebagai salah satu bentuk partisifasi koperasi untuk membantu masyarakat luas (non anggota) yang membutuhkan dana dari Pemerintah/BUMN/BUMS/Pihak ketiga (Investor).
Dalam hal ini KSU Subur bertindak sebagai penjamin (AVALIS) kepada Pihak Ketiga dan Koperasi Primer (fasilitator usaha/entrepreneur) untuk anggotanya.
Untuk mendukung sejumlah hal tersebut maka KSU SUBUR SU menawarkan sejumlah paket investasi kepada para Investor yaitu :
A. Deposito 10,8% per tahun
• Jumlah minimal Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah)
• Jangka waktu 1 (satu) tahun atau lebih
• Bunga 0,9 % (nol koma sembilan persen) perbulan atau 10,8% (sepuluh koma delapan persen) per tahun.
• Deposito yang tidak diambil pada tanggal jatuh tempo, maka dengan otomatis diperpanjang.
Saat ini deposito di perbankan baik perbankan swasta dan perbankan BUMN yield yang ditawarkan berkisar 5-7% per tahun (deposito bank).
Sedangkan KSU SUBUR SU menawarkan 10,8% pertahun! Di atas lembar hukum
B. Proyek Ubi Kayu (Butuh Cepat)
Saat ini KSU SUBUR SU bekerja sama dengan mitra KSU yaitu CV. Ardila Mutiara Citra akan mengerjakan proyek ubi kayu dengan kebutuhan dana Rp 1.000.000.000,- (Satu milyar rupiah).
Proyek akan dibiayai dengan jaminan SPK dan agunan dari modal penyertaan anggota koperasi jika diminta oleh investor.
Koperasi Serba Usaha Subur Propsu memberikan imbal hasil 16% (enam belas) persen per tahun untuk investasi di dalam pekerjaan ini dan akan dikembalikan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan.

C. Proyek Pengadaan Sapi (Butuh Cepat)
Saat ini KSU SUBUR SU juga bekerja sama dengan mitra KSU dalam menjalankan pengadaan sapi dengan kebutuhan dana Rp 600.000.000,- (Enam ratus juta rupiah).
Proyek akan dibiayai dengan jaminan tanah yang bersertifikat BPN dengan jumlah total agunan Rp 900.000.000,- (Sembilan ratus juta rupiah)
Koperasi Serba Usaha Subur Propsu memberikan imbal hasil 16% (enam belas) persen per tahun untuk investasi di dalam pekerjaan ini dan akan dikembalikan dalam jangka waktu 2 (dua) bulan.

D. Program Pembiayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
Selama ini KSU SUBUR SU telah berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan para anggota koperasi yaitu para pengusaha mikro, kecil dan menengah dalam membantu para anggota dalam permodalan dan fasilitas usaha lainnya. Dalam hal ini KSU SUBUR SU membutuhkan total investasi sebesar Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah) dengan agunan modal penyertaan para anggota koperasi.
Koperasi Serba Usaha Subur Propsu memberikan imbal hasil 16% (enam belas) persen per tahun untuk investasi dengan jangka waktu investasi minimal 1 (satu) tahun.

LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA KOPERASI
TAHUN BUKU 2009
1. Pendapatan
a) Pendapatan Bunga Modal Penyertaan
(Rp. 600.000.000 x 4% x 12) Rp. 288.000.000
b) Simpanan Anggota (Rp. 30.000.000 x 3% x 12) Rp. 10.800.000
Total Pendapatan Rp. 298.800.000
2. Biaya Simpan Pinjam
a) Bunga Simpanan Anggota (Rp. 30.000.000 x 0,9% ) Rp. 3.240.000
b) Bunga Modal Penyertaan (Rp. 300.000.000 x 1% x 12) Rp. 36.000.000
c) Bunga Pinjaman Perbankan
(Rp. 300.000.000 x 16%) Rp. 48.000.000
Sub Total Rp. 87.240.000

3. Biaya Operasional
a) Honor Ketua Umum (12 x Rp. 2.000.000) x 1 Orang Rp. 24.000.000
b) Honor Pengurus Lainnya (12 x Rp. 1.086.000) x 6 Orang Rp. 78.192.000
c) Gaji Karyawan / Pegawai (12 x Rp. 786.000) x 4 Orang Rp. 37.728.000
d) Honor Pengawas (12 x Rp. 100.000) x 3 Orang Rp. 3.600.000
e) Biaya Rapat Anggota Pengurus,Pengawas,Karyawan Rp. 5.000.000
dan Penasehat
f) Pengeluaran lain-lain Rp. 5.000.000
g) Beli Komputer 1 set dan printer Rp. 5.000.000
h) Foto Copy, Telp dan Fax Rp. 5.000.000
i) Transportasi Rp. 3.000.000
j) Biaya Peralatan Rp. 2.000.000
Sub Total Belanja Rp. 168.520.000
Sisa Hasil Usaha 2009 Rp. 43.040.000
Total Pengeluaran Rp. 298.800.000
NERACA KOPERASI SERBA USAHA SUBUR PROPINSI SUMATERA UTARA
PER 31 DESEMBER 2009
A K T I V A 31-Dec-09 ( Rp )
I AKTIVA LANCAR
1. Kas dan Setara Kas 45.000.000,00
2. Piutang Usaha 240.000.000,00
3. Peralatan 80.804.000,00
4. Akumulasi Penyusutan Peralatan 14.830.000,00
5. Perlengkapan 12.406.000,00

JUMLAH AKTIVA LANCAR 393.040.000,00

II AKTIVA TIDAK LANCAR
1. Tanah 495.000.000,00
2. Bangunan 350.000.000,00
3. Modal Penyertaan Anggota 25.000.000.000,00

JUMLAH AKTIVA TIDAKLANCAR 25.845.000.000,00
JUMLAH AKTIVA 26.238.040.000,00
III KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
1. Hutang Usaha 125.000.000,00
2. Hutang Simpan Pinjam 100.000.000,00
3. Hutang Lain-lain 50.000.000,00
JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PENDEK 275.000.000,00
IV KEWAJIBAN JANGKA PANJANG
Hutang Bank 300.000.000,00
JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PANJANG 300.000.000,00
V EKUITAS
1. Simpanan Pokok 150.000.000,00
2. Simpanan Wajib 175.000.000,00
3. Modal Sumbangan Sukarela 295.000.000,00
4. Modal Penyertaan Anggota 25.000.000.000,00
JUMLAH EKUITAS 25.620.000.000,00
Sisa Hasil Usaha ( SHU ) 43.040.000,00
JUMLAH PASIVA 26.238.040.000,00

I. RATIO LIQUIDITAS
CURRENT RATIO
= Harta Lancar x 100%
Hutang Lancar
= 393.040.000 x 100%
275.000.000
= 145.9 %

II. RATIO SOLVABILITAS
– RATIO MODAL DENGAN AKTIVA
= Modal Sendiri x 100%
Seluruh Aktiva
= 25.620.000.000 x 100%
26.238.040.000
= 97,64%
Kerjasama yang Telah Berjalin
Dalam menjalankan fungsinya KSU SUBUR SU telah melakukan kerjasama keuangan dan perdagangan dengan :
Kredit PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk
Mitra BUMN PTPN II (Persero)
Mitra PT. Charoen Pokhpan Medan
Kerjasama yang Sedang Dijajaki
Guna menjalankan fungsinya dalam menciptakan kesejahteraan dan keadilan bagi anggotanya, KSU SUBUR SU sedang menjajaki peluang kerja sama dengan :Lembaga Pengelola Dana Bergulir

laporan keuangan koperasi

Laporan Keuangan Koperasi
Usaha yang tidak dibagi dan dapat digunakan untuk memupuk modal sendiri dan menutup kerugian koperasi.
• Laporan keuangan koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi dari koperasi-koperasi.
• Posisi keuangan koperasi tercermin pada neraca, sedangkan sisa hasil usaha tercermin pada perhitungan hasil usaha sebagai pengganti istilah laporan laba rugi adalah mengingat manfaat dari usaha koperasi tidak semata-mata diukur dari laba, tetapi lebih ditekankan pada manfaat bagi anggota. Oleh karena itu koperasi tidak mengguna kan istilah laba dan rugi, melainkan hasil usaha.
• Laporan keuangan yang diterbitkan oleh koperasi dapat menyajikan hak dan kewajiban anggota beserta hasil usaha dari dan untuk anggota, di samping yang berasal dari bukan anggota. Hal ini dilakukan oleh karena itu kegiatan koperasi sendiri cenderung lebih banyak ditunjukan kepada kepentingan anggota, baik sebagai pemilik maupun pelanggan.
• Alokasi pendapatan dan beban pada perhitungan hasil usaha kepada anggota dan bukan anggota, berpedoman pada perbandingan manfaat yang diterima oleh anggota dan bukan anggota. Jika hal demikian sulit dilaksanakan, alokasi dapat dilakukan dengan cara lain yang sistematik dan rasional. Cara-cara yang diterapkan perlu diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
Modal koperasi yang dibutuhkan terdiri dari :
1. Simpanan-simpanan
2. Pinjaman-pinjaman
3. Penyisihan dari hasil usahanya termasuk cadangan serta sumber-sumber lain

Simpanan anggota dalam koperasi terdiri dari
1. Simpanan Pokok
2. Simpanan Wajib
3. Simpanan Sukarela
Simpanan sukarela dapat berasal dari bukan anggota. Cadangan koperasi dipupuk melalui penyisihan sisa hasil usaha dan cara-cara lain yang ditetapkan dalam anggaran dasar. Cadangan koperasi dimaksudkan untuk memupuk modal koperasi sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi. Cadangan koperasi bukan milik anggota koperasi dan tidak boleh dibagikan kepada anggota walaupun di waktu pembubaran. Istilah permodalan koperasi, dengan demikian, tidak hanya mencakup modal yang disetor olah anggota. Pemodalan dalam koperasi meliputi seluruh sumber pembelanjaan koperasi, yang dapat bersifat permanen atau sementara. Pihak-pihak yang meliputi klaim terhadap sumber daya koperasi terdiri dari kreditur, anggota/ pemilik dan badan usaha koperai itu sendiri. Struktur klaim yang demikian menunjukan bahwa koperasi mempunyai eksistensi tersindiri, terpisah dengan anggota-anggotanya.

Pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan peyusutan-penyusutan dan beban-beban dari tahun buku yang bersangkutan disebut sisa hasil usaha. Sesuai dengan karekteristik koperasi, sisa hasil usaha berasal dari hasil usaha yang diselenggarakan untuk anggota dan juga bukan anggota. Sisa hasil usaha pada koperasi bukan merupakan satu-satunya alat pengukur bagi manfaat keanggotaan koperasi dan prestasi pengurus. Sisa hasil usaha, dengan demikian, merupakan hasil dari aturan dan prosedur akuntansi yang diterapkan dalam koperasi dan mencerminkan perubahan kekayaan bersih yang dimemiliki oleh anggota koperasi itu sendiri, yang berasal dari transaksi, kejadiaan atau keadaan ekonomis yang timbul dari kegiatan usaha. Pembagian laba dan ttransaksi modal tidak dimasukan dalam perhitungan sisa hasil usaha.

Keanggotaan atau kepemilikan pada koperasi tidak dapat dipindahtangankan dengan dalih apapun. Kewajiban anggota untuk menanggung kerugian yang diderita koperasi baik yang timbul pada penutupan tahun buku maupun pada saat pembubaran dapat ditetapkan terbatas atau tidak terbatas. Dalam hal tanggungan anggota ditetapkan terbatas, maka kerugian hanya dapat dibebankan pada kekayaan koperasi (dalam bentuk cadangan yang telah dipupuk) dan kepada anggota sebesar jumlah tanggungan yang ditetapkan dalam anggaran dasar. Dalam kaitan ini, sisa hasil usaha bukan merupakan perubahan kekayaan dari anggota.

Passive Voice

For example sentences:

1. I write this letter for you (Active)
This letter be written for you (Passive)

2. I take that book (Active)
That book is taken by me (Passive)

3. I help my father (Active)
My Father is helped by me (Passive)

4. He borrows the book every Sunday (Active)
The book is borrowed by him every Sunday (Passive)

5. Mery’s father promised her a prize (Active)
Mery was promised a prize by her father (Passive)

6. Anna is writing the letters (Active)
The letters are being written by Anna (Pasive)

7. Miss Lia is teaching the students (Active)
The students are being taught by Miss Lia (Pasive)

8. I was doing the homework when I came (Active)
The homework was being done by him when I came (Passive)

9. My Father was painting the wall (Active)
The wall was being painting by my father (Passive)

10. Somebody has dropped a wallet on the road (Active)
A wallet has been dropped by somebody on the road (Passive)

Modal Auxiliary verbs

1. Anna can swim
2. I should study hard
3. You must know your obligation
4. It would be better to study English
5. Adi could have gone to school
6. Sari should have finished her homework
7. He could have angry with me
8. I can write well
9. I will be right here waiting for you
10. I will always love you

Question Tags

For example sentences:

1. He is a lazy boy, isn’t he?
2. The book is hers, isn’t it?
3. It is black, isn’t it?
4. She is not your sister, is she?
5. He didn’t come to the meeting, did he?
6. The key is in the car, isn’t it?
7. Lia didn’t give the money, did she?
8. She is too young for your wife, isn’t she?
9. They were in their office yesterday, weren’t they?
10. You are a student, aren’t you?

Simple Past Tense

For example sentences:

1. I went to USA last week
2. She studied English last month
3. They bought a new house two months ago
4. You called me yesterday
5. I went to school yesterday
6. I didn’t go to Jakarta last week
7. She didn’t study English last year
8. When did they buy a new house?
9. Why did you call me yesterday?
10. I know what you did last summer

Present Perfect Tense

For example sentences:

1. I have written English lesson for 30 minutes
2. You have read my lesson since 2 PM
3. I have cleaned the floor
4. He has drunk milk
5. You have just broken the glass
6. She has not gone
7. I have gone for one hour
8. He has come from Jakarta
9. Have you done your homework?
10. Have you ever seen the rainbow?

« Older entries